Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cerpen Pendek 1

Assalamualaikum Warahmatullahi Ta'ala Wabarakatuh Selamat datang semua teman-teman. 
 Oke ini ini spesial di web ini saya akan mengkhususkan,  menceritakan kan tentang cerpen pendek atau cerita pendek jikalaupun Saya tidak menemukan cerita pendek tersebut, maka saya akan menceritakan tentang keseharian hidup saya apa adanya, tujuannya apa agar saya mendokumentasikan jejak-jejak dalam kehidupan saya Saya sangat bersyukur jika saya bisa mencatat keseharian Saya, mungkin tidak ada ilmu yang bisa didapat namun kemampuan menulis saya seiring waktu semakin meningkat, dan saya pun meyakini bahwa menulis itu adalah bagian dari terapi untuk menghilangkan stress dan rasa tertekan dari kehidupan yang sangat mengekang, menulis juga bisa menjadi teman bahkan sahabat yang yang selalu setia mendengarkan kan tanpa ia perlu Memotong pembicaraan kita, bahkan ketika kita menangis pun sembari kita  menorehkan tulisan kita di atas kertas tangisan yang keluar itu bukanlah tangisan derita namun tangisan ketegaran tangisan yang penuh kekuatan tangisan yang yang sangat-sangat diperlukan.

 Itulah sebabnya jika suatu saat ketika saya menulis dan kemudian saya merasa terenyuh maka saya tidak akan pernah mengabaikan air mata itu saya akan biarkan air mata itu mengalir karena ialah bukti rasa yang pernah ada, bukti rasa nilai seni yang terpendam di hati kita, mungkin kita terkesan lebay, ya lebay adalah asupan seniman untuk mengapresiasikan diri mereka, lebay adalah cara para seniman untuk mendongkrak kekuatan terdalam mereka, lebay adalah sebuah cara untuk memandang sebuah nilai seni yang tidak akan bisa dipandang oleh mereka yang punya rasa.

 terlepas dari itu seniman juga terkadang terjebak dengan perasaannya sendiri ia perlu waktu untuk menetralisir keadaan ia perlu waktu untuk membedakan antara dunia nyata dan dan melepaskan dirinya dari belenggu bakor yang mengekang dirinya, itulah mengapa apa ketika kita sadar Kapan semestinya kita harus ber Bapa Ria dan kapan seharusnya kita mengabaikan rasa di dada,  Maka itulah yang disebut dengan kedewasaan dalam mengolah rasa

Post a comment for "Cerpen Pendek 1"